Minggu, 20 Mei 2018

SERAPAN BAHASA ARAB DALAM BAHASA INDONESIA

Kata serapan merupakan kata yang berasal dari bahasa lain, baik bahasa daerah maupun bahasa asing yang kemudian ejaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa, baik dari bahasa daerah, maupun dari bahasa asing, seperti bahasa Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, dan Inggris.
Menurut penelitian, kosakata bahasa Arab yang digunakan dalam bahasa Indonesia sangat banyak. Jumlahnya diperkirakan mencapai 2000-3000 kata. Pengaruh bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Islam ke Nusantara. Oleh karena itu, kosakata yang berasal dari bahasa Arab banyak digunakan pada laras keagamaan.
Proses penyerapan kata dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi empat macam yakni, adopsi, adaptasi, penghibridaan dan serapan terjemahan. Namun, penulis di sini akan membahas proses adopsi dan adaptasi karena proses tersebut yang sering digunakan dalam serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.
1.      Adopsi adalah serapan seutuhnya. Kata-kata yang masuk ke dalam bahasa Indonesia diserap secara utuh tanpa perubahan. Proses adopsi ini merupakan langkah pertama dan sangat praktis untuk mengisi kekurangan kata yang ada dalam bahasa Indonesia.  Di bawah ini merupakan beberapa contohnya :

Ø  Muslim. Dalam bahasa Indonesia berarti penganut agama Islam. Kata muslim diserap secara adopsi dari bahasa Arab, sehingga tidak mengalami perubahan baik dari segi bunyi, kelas kata, maupun makna.
Ø  Halal. Dalam bahasa Indonesia berarti diizinkan (tidak dilarang oleh syarak). Kata halal diserap secara adopsi dari bahasa Arab, sehingga tidak mengalami perubahan baik dari segi bunyi, kelas kata, maupun makna.

Ø  Haram. Dalam bahasa Indonesia berarti terlarang (oleh agama Islam), tidak halal. Kata haram diserap secara adopsi dari bahasa Arab, sehingga tidak mengalami perubahan baik dari segi bunyi, kelas kata, maupun makna.

Ø  Masjid. Dalam bahasa Indonesia berarti rumah atau bangunan tempat beribadah orang Islam. Kata masjid diserap secara adopsi dari bahasa Arab, sehingga tidak mengalami perubahan, baik dari segi bunyi, kelas kata, maupun makna.

Ø  Ahli. Dalam bahasa Indonesia berarti orang yang mahir, menguasai, paham sekali dalam suatu ilmu. Kata ahli diserap secara adopsi dari bahasa Arab, sehingga tidak mengalami perubahan, baik dari segi bunyi, kelas kata, maupun makna.

Ø  Abad. Dalam bahasa Indonesia berarti jangka waktu yang lamanya seratus tahun. Kata abad diserap secara adopsi dari bahasa Arab, sehingga tidak mengalami perubahan, baik dari segi bunyi, kelas kata, maupun makna.

1.      Adaptasi adalah serapan yang disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Penyesuaian yang terjadi pada tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis. Unsur serapan dari bahasa asing pengucapannya dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Ejaannya dilakukan sesuai dengan keperluan sehingga bentuk aslinya masih dapat dibandingkan dengan bentuk penyesuaiannya. Di bawah ini beberapa contohnya :


·         Korban. Sebenarnya, korban berasal dari kata qurban. Secara harfiah dalam Arab-Melayu ditulis dengan “kaf” dan yang Arab asli ditulis dengan “qof” disertai pasangan “wau” dan “alif”. Kata pertama diartikan untuk hubungannya dengan kecelakaan, sedangkan kata kedua diartikan untuk hubungannya pada perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 10 dzulhijah. Foto di atas merujuk pada kata yang pertama.

·         Sekaten. Berasal dari dua syahadat atau ‘syahadatain’. Dalam bahasa Indonesia berarti pasar malam (terutama di Yogyakarta dan Surakarta) yang diadakan tiap tahun dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.

·         Salat. Berasal dari kata Shalat dalam bahasa Arab yang diartikan secara harfiah dengan ‘doa’. Kemudian diserap menjadi salat yang dalam bahasa Indonesia berarti rukun Islam yang kedua, berupa ibadah kepada Allah swt. Wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
·         Imsakiyah. Diambil dari bahasa Arab yaitu amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan.  Kemudian diserap menjadi imsak yang dalam bahasa Indonesia berarti saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

·         Ramadan. Berarti bulan ke-9 tahun Hijriah pada bulan ini orang Islam yang sudah akil balig diwajibkan berpuasa. Diserap dari bahasa Arab yakni Ramadhan yang kemudian mengalami penggantian konsonan dari “d dengan titik di bawah atau dlad”  menjadi fonem “d”.
·         Kasidah. Memiliki arti bentuk puisi, berasal dari kesusastraan Arab, bersifat pujaan, biasanya dinyanyikan. Dalam bahasa Arab qasida, qasidah yang diserap dan mengalami penggantian konsonan “qa” menjadi fonem “k”.

 ·         Subuh. Berarti waktu antara terbit fajar dan menjelang terbit matahari, waktu salat wajib subuh. Berasal dari bahasa Arab subh yang kemudian diadaptasi dengan penambahan vokal /u/ karena vokal pertama juga /u/.

·         Tarawih. Dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari tarwih yang diartikan sebagai waktu sesaat untuk istirahat. Diadaptasi menjadi tarawih dalam bahasa Indonesia yang berarti salat sunah pada malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) pada bulan Ramadan.

Demikian pembahasan serapan kata dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dengan proses adaptasi dan adopsi. Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan mohon maaf jika terdapat kesalahan.


Nama                           : Karomatul Faiza
Kelas                           : 1 SI 1
NIM                            : 1210617031
Mata Kuliah                : Bahasa Bantu
Dosen Pengampu        : Miftahul Khairah, M. Hum

0 komentar:

Posting Komentar

Love is...
© Karomatul Faiza - Template by Blogger Sablonlari - Font by Fontspace