Kamis, 04 Januari 2018


Cintaku Terhalang Genre

By : Karomatul Faiza



Joy, yaa kalian bisa panggil gue joy. Gak usah tanya lengkapnya? Gue merinding ngomongnya. Yang jelas bukan Joy Astro, Reporter disalah satu acara berita televise yah! Sebenernya orang tua gue mau kasih nama Joy Jovi biar kaya Jon Bon Jovi gitu. Tapi takdir telah tercipta, itu bukan nama yang Allah ingin kasih buat gue, alhasil cuma Joni Sasongko yang tertulis di akta kelahiran gue. Gara-gara nenek gue yang masih berpikiran agak kuno dan jaman purba gituh, jadinya nama itulah yang harus gue jadiin kebanggaan. Walaupun sebenernya nggak ikhlas gue nerimanya, tapi masa iya gue pas masih baby face mau teriak-teriak nggak mau dikasih nama itu? Mustahil banget kan?

Oke, cukup dulu cerita sedikit tentang nama gue yang agak keramat. Boleh si nama gue kaya gitu, tapi enggak dengan idola-idola gue yang namanya pasti beken dan keren abis!!! Mulai dari Bon Jovi, terus band rock Queen, Sex Pistols, Led Zepellin, The Door, pokoknya semua band rock jaman dulu deh. Ada lagi yang jaman sekarang kaya Avenged Sevenfold, Guns n Roses, Linkin Park, Metallica dan pasti masih banyak lagi. Tapi maaf aja gue nggak bisa nyebutin satu persatu karena itu akan memakan waktu dan tempat. Yang jelas gue penggemar band rock, metall, yang kata orang suaranya kayak lengkingan para setan dari neraka. Justru karena hal itulah yang membuat gue suka dengan musik seperti itu, gue bisa teriak dengan sekenceng karet, jangan salah penilaian dulu tentang musik rock and metal itu bukan cuma mengandalkan teriak-teriak, justru terdapat banyak unsur kreatif dan pastinya positif didalamnya. Bayangin aja, apa bisa setiap manusia langsung bisa nyanyi sekaligus teriak-teriak metal gitu? Enggak, pasti ada pengorbanan dan perjuangan supaya bisa seperti itu.

~

Tetapi perjalanan cinta gue nggak semulus suara penyanyi wanita metal yang lagi berteriak, melainkan seperti suara auman serigala di hutan belantara. Ya, gue masih jomblo alias single sampai umur gue yang udah menginjak agak sedikit lebih dewasa dibandingkan ABG. Alasannya? Entah kenapa, gue juga enggak terlalu paham, mungkin karena gue terlalu cool buat cewek-cewek, jadi minder mau pacaran sama gue.

Gue naksir sama cewek yang namanya aja udah kayak bidadari surga firdaus ? wah gue emang tau yah nama bidadari disana, eehh emang ada yahh? Tau ah yang penting gue suka, namanya adalah.....???? jenggjenggjeenggg....PRADYTA AFIT MAHARANI.

Entah kenapa dia nggak pernah ngelirik gue sama sekali, pernah gue sms dan pada saat dia tanya gue siapa? Udah gue jawab sejujur mungkin, malah dia gak bales lagi! Mungkin dia takut ya denger nama gue.

~

Pada akhirnya keajaiban itu datang, ketika ada tugas kelompok ternyata dewi fortuna lagi memihak gue karena harus satu kelompok sama doi! Tapi semua nggak berjalan mulus seperti apa yang gue bayangin, doi sama gue malah selalu terlibat debat kaya para pelaku persidangan. Kita debat karena masalah pemilihan genre musik buat tugas. Doi yang ngotot dengan genre popnya sedangkan gue yang juga ngotot dengan metalnya.

“Lagu pop kan lebih enak didenger, juga lebih cocok buat tugas begini!”ucap doi sembari melirik gue dengan tatapan mata setajam pisau baru diasah.

“Pop yang lu pilih terlalu mellow, jadi nggak ada semangatnya ditugas ini”bantah gue.

Akhirnya, kita mengambil jalan keluar dengan voting dari anggota kelompok yang lain tapi hasilnya juga seimbang.

Alhasil, kelompok gue malah pake lagu dangdut yang katanya biar adil. Gue masih enggak terima atas keputusan ini, tapi demi kesejahteraan kelompok akhirnya gue menyetujuinya.

~

Setelah kejadian itu, gue jadi tahu kalau cinta memang selalu berbeda dan tiba-tiba gue pengin dilengkapi dengan perbedaan ini. Setengah mati gue berjuang biar bisa jadian sama doi, dengan segala ikhtiar doa dan usaha akhirnya kita jadian. Setiap pertengkaran selalu ada, tetapi kita berdua selalu mencoba menghadapinya.

“Jo, besok kalau nonton konser hati-hati ya.” Itu kalimat manis yang doi ucapin ditelfon setiap gue mau nonton konser metal. Lalu, begitu juga yang gue ucapkan sama doi kalau mau nonton konser pop.

Tetapi, gue ternyata nggak pernah tahu kalau doi ditaksir sama anak band pop yang kadang doi tonton. Cowok itu gitaris, cakep, cewek mana yang nggak suka sama cowok yang pinter main gitar? Gue tahu itu dari temen deketnya doi, awalnya gue biasa aja. Wajar lah cewek gue cantik, ramah, kalau ada yang naksir ya santai.

Namun, kesantaian gue membawa malapetaka kegelapan.



Dia, doi, lebih memilih cowok yang satu selera, katanya satu jalan.

Gue heran, bukannya cinta menyatukan perbedaan? Yang berbeda jalan menjadi saling berdampingan?

Oh, mungkin ini bukan cinta.

Ini hanya rasa suka, atau jangan-jangan hanya rasa kasihan atas sebuah perjuangan.

Tak mengapa,

Meskipun hati gue kalah dengan nada-nada yang doi cinta

Metal, rock n roll tetap ku puja!


0 komentar:

Posting Komentar

Love is...
© Karomatul Faiza - Template by Blogger Sablonlari - Font by Fontspace