Cintaku
Terhalang Genre
By : Karomatul Faiza
Joy, yaa kalian bisa panggil gue joy. Gak usah
tanya lengkapnya? Gue merinding ngomongnya. Yang jelas bukan
Joy Astro, Reporter disalah satu acara berita televise
yah! Sebenernya orang tua gue mau kasih nama Joy Jovi biar kaya Jon
Bon Jovi gitu. Tapi takdir telah tercipta, itu bukan nama yang Allah ingin kasih buat gue, alhasil cuma Joni Sasongko yang tertulis di akta kelahiran gue. Gara-gara nenek gue yang masih berpikiran agak kuno dan
jaman purba gituh, jadinya nama
itulah yang harus gue jadiin kebanggaan. Walaupun sebenernya
nggak ikhlas gue nerimanya, tapi masa iya gue pas masih baby
face mau teriak-teriak nggak mau dikasih
nama itu? Mustahil banget kan?
Oke, cukup dulu cerita sedikit tentang nama
gue yang agak keramat. Boleh si nama gue
kaya gitu, tapi enggak dengan idola-idola gue yang namanya
pasti beken dan keren abis!!! Mulai dari Bon
Jovi, terus band rock Queen, Sex Pistols, Led Zepellin, The Door, pokoknya semua band rock jaman dulu deh.
Ada lagi yang jaman sekarang kaya Avenged Sevenfold, Guns n Roses, Linkin Park, Metallica dan pasti masih
banyak lagi. Tapi maaf aja gue nggak bisa
nyebutin satu persatu karena itu akan memakan waktu dan tempat.
Yang jelas gue penggemar band rock, metall, yang kata orang suaranya kayak
lengkingan para setan dari neraka. Justru karena hal itulah yang membuat gue suka dengan musik seperti itu, gue bisa teriak dengan sekenceng karet,
jangan salah penilaian dulu tentang musik rock and
metal itu bukan cuma mengandalkan teriak-teriak, justru terdapat banyak unsur kreatif dan pastinya positif didalamnya. Bayangin aja, apa bisa setiap manusia langsung bisa nyanyi
sekaligus teriak-teriak metal gitu? Enggak, pasti ada pengorbanan dan
perjuangan supaya bisa seperti itu.
~
Tetapi perjalanan cinta gue nggak semulus suara penyanyi wanita metal yang lagi berteriak, melainkan
seperti suara auman serigala di hutan belantara. Ya, gue masih jomblo alias single sampai umur
gue yang udah menginjak agak sedikit lebih
dewasa dibandingkan ABG. Alasannya? Entah kenapa, gue juga enggak terlalu paham, mungkin karena gue terlalu cool
buat cewek-cewek,
jadi minder mau
pacaran sama gue.
Gue naksir sama cewek yang namanya aja udah kayak
bidadari surga firdaus ? wah gue emang tau yah nama bidadari disana, eehh emang ada yahh? Tau ah yang
penting gue suka, namanya adalah.....????
jenggjenggjeenggg....PRADYTA AFIT MAHARANI.
Entah kenapa dia nggak pernah ngelirik gue sama sekali, pernah gue sms dan pada
saat dia tanya gue siapa? Udah gue jawab sejujur mungkin, malah dia gak bales lagi! Mungkin dia takut ya denger nama gue.
~
Pada akhirnya keajaiban itu datang,
ketika ada tugas
kelompok ternyata dewi fortuna lagi memihak gue karena harus satu
kelompok sama doi! Tapi semua nggak berjalan mulus seperti apa yang gue bayangin, doi sama gue malah selalu terlibat debat kaya para
pelaku persidangan. Kita debat karena masalah pemilihan genre musik buat tugas.
Doi yang ngotot dengan genre popnya sedangkan gue yang juga
ngotot dengan metalnya.
“Lagu pop kan lebih enak didenger,
juga lebih cocok buat tugas begini!”ucap doi sembari melirik gue dengan tatapan
mata setajam pisau baru diasah.
“Pop yang lu pilih terlalu mellow,
jadi nggak ada semangatnya ditugas ini”bantah gue.
Akhirnya, kita mengambil jalan keluar
dengan voting dari anggota kelompok yang lain tapi
hasilnya juga seimbang.
Alhasil,
kelompok gue malah pake lagu dangdut yang katanya
biar adil. Gue masih enggak terima atas keputusan
ini, tapi demi kesejahteraan kelompok akhirnya gue menyetujuinya.
~
Setelah kejadian itu, gue jadi tahu kalau cinta memang
selalu berbeda dan tiba-tiba gue pengin dilengkapi dengan perbedaan ini.
Setengah mati gue berjuang biar bisa jadian sama doi, dengan segala ikhtiar doa
dan usaha akhirnya kita jadian. Setiap pertengkaran selalu ada,
tetapi kita berdua selalu mencoba menghadapinya.
“Jo, besok kalau nonton konser
hati-hati ya.” Itu kalimat manis yang doi ucapin ditelfon setiap gue mau nonton
konser metal. Lalu, begitu juga yang gue ucapkan sama doi kalau mau nonton
konser pop.
Tetapi, gue ternyata nggak pernah
tahu kalau doi ditaksir sama anak band pop yang kadang doi tonton. Cowok itu
gitaris, cakep, cewek mana yang nggak suka sama cowok yang pinter main gitar?
Gue tahu itu dari temen deketnya doi, awalnya gue biasa aja. Wajar lah cewek
gue cantik, ramah, kalau ada yang naksir ya santai.
Namun, kesantaian gue membawa
malapetaka kegelapan.
Dia, doi, lebih memilih cowok yang
satu selera, katanya satu jalan.
Gue heran, bukannya cinta menyatukan
perbedaan? Yang berbeda jalan menjadi saling berdampingan?
Oh, mungkin ini bukan cinta.
Ini hanya rasa suka, atau
jangan-jangan hanya rasa kasihan atas sebuah perjuangan.
Tak
mengapa,
Meskipun
hati gue kalah dengan nada-nada yang doi cinta
Metal,
rock n roll tetap ku puja!

0 komentar:
Posting Komentar